Pelatihan sustainability roadmap membimbing perusahaan menyusun peta jalan keberlanjutan: isu apa yang diprioritaskan, target apa yang dikejar, dan siapa yang mengerjakannya dalam beberapa tahun ke depan. ISO 26000 dipakai sebagai kerangka karena memuat daftar isu tanggung jawab sosial yang menyeluruh. Pelatihan ini ditujukan bagi manajemen, tim keberlanjutan, lingkungan, dan CSR.

Apa bedanya dengan program CSR tahunan?

Program tahunan menjawab pertanyaan apa yang dilakukan tahun ini. Roadmap menjawab ke mana perusahaan menuju dan bagaimana mengukurnya. Tanpa roadmap, kegiatan cenderung berganti setiap tahun, tidak terhubung dengan risiko usaha, dan sulit dinilai hasilnya. Dasar-dasar ISO 26000 pada subjek lingkungan dibahas di artikel pelatihan CSR ISO 26000 bidang lingkungan.

Bagaimana tahapan menyusun roadmap?

  1. Memetakan kondisi awal: kepatuhan, kinerja lingkungan dan sosial, serta program yang berjalan.
  2. Mengenali pemangku kepentingan dan harapan mereka.
  3. Menentukan isu prioritas dengan menimbang relevansi dan signifikansi dampaknya terhadap tujuh subjek inti ISO 26000.
  4. Menetapkan visi dan sasaran jangka panjang.
  5. Menurunkan target tahunan dan indikator.
  6. Menyusun program, anggaran, dan penanggung jawab.
  7. Menetapkan mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pelaporan.

Seperti apa target yang baik?

Kurang baik Lebih baik
Mengurangi limbah Menurunkan timbulan limbah B3 per ton produk dibanding tahun dasar, dengan angka dan tenggat yang ditetapkan manajemen
Hemat energi Menurunkan intensitas energi per unit produk pada tahun tertentu
Peduli masyarakat Meningkatkan pendapatan kelompok binaan yang diukur dengan survei tahunan

Target yang baik memiliki tahun dasar, satuan, tenggat, dan pemilik. Data tahun dasar untuk limbah diambil dari neraca dan pelaporan, sebagaimana dijelaskan di artikel pelaporan pengelolaan limbah B3.

Materi apa yang umumnya dipelajari?

  • Prinsip dan subjek inti ISO 26000.
  • Teknik pemetaan pemangku kepentingan dan penentuan isu prioritas.
  • Penetapan tahun dasar dan pengumpulan data kinerja.
  • Penyusunan target, indikator, dan rencana aksi.
  • Keterkaitan dengan PROPER, ISO 14001, dan pelaporan keberlanjutan.
  • Tata kelola: komite, peran antarbagian, dan siklus evaluasi.

Bagi lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik terdapat kewajiban laporan keberlanjutan menurut POJK No. 51/POJK.03/2017; perusahaan yang terkena kewajiban itu perlu menyelaraskan roadmap dengan isi laporannya.

Seperti apa susunan dokumen roadmap?

  1. Ringkasan dan pernyataan komitmen manajemen.
  2. Profil dampak dan kondisi awal.
  3. Isu prioritas beserta alasan pemilihannya.
  4. Sasaran jangka panjang dan target tahunan.
  5. Rencana aksi: program, penanggung jawab, anggaran, dan tenggat.
  6. Tata kelola dan mekanisme evaluasi.

Dokumen yang ringkas dan dipakai dalam rapat manajemen lebih berguna daripada dokumen tebal yang hanya diarsipkan.

Kesalahan yang perlu dihindari

  • Menetapkan target tanpa data tahun dasar.
  • Terlalu banyak isu sehingga tidak ada yang tuntas.
  • Roadmap disusun satu bagian tanpa melibatkan produksi dan keuangan.
  • Tidak ada anggaran yang melekat pada program.
  • Mengumumkan capaian yang tidak dapat dibuktikan.

Hasil yang diharapkan dan kelas in-house

Hasil pelatihan yang wajar adalah draf roadmap: daftar isu prioritas, sasaran, indikator, dan rencana aksi tahun pertama. Karena bahan utamanya data dan kondisi perusahaan sendiri, format lokakarya in-house paling sesuai. Sampaikan kebutuhan melalui in-house training pengelolaan limbah B3; cakupan, fasilitator, dan biaya dikonfirmasi lewat penawaran resmi.

Referensi

  • ISO 26000:2010 Guidance on social responsibility
  • UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
  • POJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik
  • Permen LHK No. 1 Tahun 2021 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup