Energy saving atau penghematan energi di perusahaan adalah upaya terukur untuk menghasilkan keluaran yang sama dengan energi yang lebih sedikit. Pelatihan energy saving umumnya membekali tim teknik, utilitas, dan HSE dengan cara menghitung pemakaian energi, menemukan pemborosan, dan menyusun program konservasi yang memenuhi kewajiban manajemen energi menurut PP No. 33 Tahun 2023.

Mengapa penghematan energi menjadi urusan tim lingkungan?

Energi biasanya termasuk tiga besar biaya operasi pabrik dan gedung. Selain itu, pemakaian bahan bakar dan listrik adalah sumber utama emisi gas rumah kaca perusahaan. Setiap kilowatt-jam yang dihemat menurunkan biaya sekaligus emisi, sehingga program energi berkaitan erat dengan manajemen karbon perusahaan dan dengan kriteria efisiensi energi dalam penilaian PROPER.

Kewajiban manajemen energi menurut PP 33 Tahun 2023

PP No. 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi menggantikan PP No. 70 Tahun 2009. Peraturan ini mewajibkan manajemen energi bagi penyedia dan pengguna energi di atas ambang pemakaian tertentu.

Kelompok Ambang pemakaian per tahun
Penyedia energi 6.000 ton setara minyak atau lebih
Pengguna sektor industri 4.000 ton setara minyak atau lebih
Pengguna sektor transportasi 4.000 ton setara minyak atau lebih
Bangunan gedung 500 ton setara minyak atau lebih

Manajemen energi mencakup penunjukan manajer energi, penyusunan program konservasi, audit energi berkala, pelaksanaan rekomendasi audit, dan pelaporan. Rincian tata cara, kualifikasi manajer dan auditor energi, serta jadwal pelaporan diatur dalam peraturan menteri di bidang energi; rujuk naskahnya untuk angka dan tenggat yang berlaku.

Materi yang umumnya dipelajari

  • Satuan dan konversi energi, serta cara menghitung konsumsi dalam ton setara minyak.
  • Garis dasar energi dan indikator kinerja, misalnya konsumsi energi spesifik per ton produk atau intensitas energi per meter persegi gedung.
  • Tahapan audit energi: pengumpulan data, pengukuran, analisis, dan rekomendasi.
  • Peluang penghematan pada sistem utama.
  • Analisis kelayakan sederhana: penghematan per tahun dan masa pengembalian.
  • Kerangka sistem manajemen energi ISO 50001.
  • Penyusunan program dan laporan konservasi energi.

Di mana peluang penghematan biasanya ditemukan?

Sistem Pemborosan yang umum Tindakan
Udara tekan Bocor di sambungan, tekanan disetel terlalu tinggi Perbaikan kebocoran, turunkan tekanan, matikan saat tidak dipakai
Motor dan pompa Motor terlalu besar, katup dicekik Penggerak kecepatan variabel, motor efisiensi tinggi
Boiler dan uap Isolasi rusak, perangkap uap gagal, kondensat dibuang Perbaikan isolasi, pemulihan kondensat, atur udara pembakaran
Pendingin dan tata udara Suhu disetel terlalu rendah, koil kotor Atur setelan, bersihkan, perbaiki selubung bangunan
Pencahayaan Lampu menyala di ruang kosong LED, sensor, pemanfaatan cahaya alami
Kelistrikan Faktor daya rendah, beban puncak tinggi Kapasitor, penjadwalan beban

Besarnya penghematan berbeda di tiap fasilitas dan hanya dapat dipastikan lewat pengukuran, jadi hindari menjanjikan persentase sebelum audit dilakukan.

Kaitan dengan pengelolaan limbah

Program hemat energi menghasilkan limbah yang perlu ditangani dengan benar. Penggantian lampu merkuri dan lampu tabung dengan LED menghasilkan lampu bekas yang termasuk limbah B3. Penggantian oli kompresor, cairan pendingin, baterai, dan kapasitor lama juga demikian. Rencanakan penyimpanannya sebelum proyek penggantian dimulai; lihat contoh limbah B3 di pabrik, kantor, dan bengkel.

Hasil yang diharapkan dan cara meminta kelas

Setelah kelas, peserta umumnya diharapkan mampu menyusun neraca energi sederhana fasilitasnya, menentukan indikator kinerja energi, mengenali peluang penghematan tanpa biaya dan berbiaya rendah, serta menyiapkan bahan untuk audit energi resmi. Kelas pengenalan tidak menggantikan sertifikasi manajer energi atau auditor energi, yang mengikuti skema tersendiri.

Tema energy saving dapat diajukan sebagai kelas tertutup melalui in-house training. Sertakan jenis fasilitas, sumber energi utama, dan data tagihan energi setahun terakhir bila tersedia, agar latihan memakai angka perusahaan sendiri. Ketersediaan pengajar bidang energi dikonfirmasi saat permintaan diajukan.

Referensi

  • UU No. 30 Tahun 2007 tentang Energi
  • PP No. 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi
  • ISO 50001:2018 Energy management systems
  • Permen LHK No. 1 Tahun 2021 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup