Geoteknik tambang terbuka adalah ilmu terapan untuk merancang dan menjaga lereng tambang, timbunan, dan jalan angkut agar stabil selama dan setelah penambangan. Lereng yang terlalu landai memboroskan biaya pengupasan, sedangkan lereng yang terlalu tegak mengancam nyawa dan alat. Tugas geoteknik adalah menemukan sudut yang aman sekaligus ekonomis, lalu memantaunya terus-menerus.

Apa saja yang dikaji dalam geoteknik tambang terbuka?

  • Lereng tunggal atau jenjang, lereng antar-jalan angkut, dan lereng keseluruhan.
  • Timbunan batuan penutup dan timbunan bijih atau batubara.
  • Tanggul kolam pengendap dan fasilitas tailing.
  • Fondasi fasilitas dan badan jalan angkut.
  • Pengaruh peledakan, air tanah, dan hujan terhadap kestabilan.

Jenis longsoran yang perlu dikenali

Jenis Ciri Umum terjadi pada
Bidang Massa batuan meluncur pada satu bidang lemah yang miring ke arah bukaan Batuan berlapis atau berkekar searah lereng
Baji Blok meluncur sepanjang garis potong dua bidang lemah Batuan dengan dua set kekar
Guling Kolom batuan terguling ke arah bukaan Kekar tegak yang miring ke dalam lereng
Busur Bidang gelincir melengkung Tanah, batuan lapuk, batuan sangat terkekarkan, dan timbunan

Mengenali jenis longsoran menentukan metode analisis dan cara pengendaliannya.

Data yang dibutuhkan untuk analisis

  1. Geologi dan struktur. Jenis batuan, perlapisan, sesar, serta arah dan kemiringan kekar dari pemetaan muka tambang dan inti bor.
  2. Sifat fisik dan mekanik. Berat isi, kuat tekan, kohesi, dan sudut geser dalam dari uji laboratorium.
  3. Klasifikasi massa batuan untuk menaksir kekuatan massa batuan, bukan hanya contoh utuh.
  4. Hidrogeologi. Muka air tanah dan tekanan air pori dari piezometer.
  5. Geometri. Tinggi, sudut, dan lebar jenjang sesuai rencana tambang.
  6. Beban dinamis. Getaran peledakan dan gempa.

Faktor keamanan dan probabilitas longsor

Kestabilan dinyatakan dengan faktor keamanan, sering dilengkapi probabilitas longsor untuk memperhitungkan variasi data. Metode yang umum adalah kesetimbangan batas dan pemodelan numerik. Nilai minimum yang dapat diterima berbeda menurut jenis lereng dan besarnya akibat bila longsor terjadi. Ketentuan teknis pertambangan di Indonesia memuat kriteria tersebut dalam pedoman pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik; rujuk naskahnya dan kajian geoteknik yang disetujui untuk angka yang berlaku di tambang Anda.

Pengendalian: air, geometri, dan peledakan

  • Air. Saluran pengalih di puncak lereng, lubang penirisan mendatar, dan sumur depresurisasi untuk menurunkan tekanan air pori. Lihat tata guna air dan sistem penyaliran tambang.
  • Geometri. Melandaikan lereng, menambah lebar jenjang penangkap, atau memberi penahan di kaki.
  • Peledakan terkendali di dekat dinding akhir agar batuan dinding tidak rusak.
  • Perkuatan setempat seperti jangkar batuan dan jaring, bila ekonomis.
  • Pengaturan timbunan. Tinggi lapisan, sudut, dan persiapan dasar timbunan.

Pemantauan lereng dan tanggap darurat

Alat Yang dipantau
Inspeksi visual harian Retakan, jatuhan batuan, rembesan
Patok dan prisma dengan alat ukur optik Pergeseran titik permukaan
Radar lereng Pergerakan permukaan secara luas dan terus-menerus
Ekstensometer dan pengukur retakan Pelebaran retakan
Inklinometer Pergerakan di bawah permukaan
Piezometer Tekanan air pori

Data pemantauan perlu dilengkapi ambang tindakan: kapan pengawasan ditingkatkan, kapan area ditutup, dan kapan pekerja dievakuasi. Setiap pekerja di tambang berhak dan wajib melaporkan tanda bahaya.

Kaitan dengan lingkungan dan penutupan tambang

Longsoran timbunan dapat menutup saluran, merusak kolam pengendap, dan mengirim lumpur ke sungai. Kegagalan tanggul tailing termasuk kecelakaan lingkungan paling berat di industri tambang. Karena itu kajian geoteknik menjadi bagian dari dokumen lingkungan dan dari rencana penutupan tambang, yang mensyaratkan lereng akhir stabil dalam jangka panjang.

Pelatihan geoteknik tambang terbuka

Kelas pengenalan umumnya membahas jenis longsoran, pembacaan peta bahaya geoteknik, inspeksi harian, pembacaan data pantau, dan prosedur evakuasi. Kelas lanjutan untuk insinyur mencakup analisis kestabilan dengan perangkat lunak. Tema ini dapat diajukan sebagai kelas tertutup melalui in-house training; pengajar spesialis geoteknik dikonfirmasi saat permintaan diajukan.

Referensi

  • UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara sebagaimana diubah dengan UU No. 3 Tahun 2020
  • Permen ESDM No. 26 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang Baik dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara
  • Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik
  • PP No. 78 Tahun 2010 tentang Reklamasi dan Pascatambang