Pelatihan PCUA membekali petugas yang mengambil contoh air dan air limbah untuk diuji di laboratorium. PCUA adalah singkatan dari Pengambil Contoh Uji Air. Kompetensi ini penting karena kesalahan terbesar dalam data kualitas air sering terjadi sebelum contoh sampai ke laboratorium: titik yang salah, wadah yang tidak sesuai, atau pengawetan yang terlewat.

Apa dasar standar dan regulasinya?

Kompetensi PCUA mengacu pada SKKNI yang ditetapkan Menteri Ketenagakerjaan dan diuji oleh LSP berlisensi BNSP. Nomor keputusan SKKNI yang dikutip penyelenggara tidak selalu sama, sehingga rujukan pastinya sebaiknya dilihat pada dokumen skema LSP. Dari sisi teknis, metode pengambilan contoh merujuk pada seri SNI 6989, antara lain SNI 6989.57:2008 untuk air permukaan, SNI 6989.58:2008 untuk air tanah, dan SNI 6989.59:2008 untuk air limbah. Persyaratan laboratorium lingkungan, termasuk kegiatan pengambilan contoh uji, diatur dalam Permen LHK No. 23 Tahun 2020.

Siapa yang perlu mengikuti pelatihan PCUA?

  • Petugas sampling laboratorium lingkungan.
  • Operator IPAL dan staf HSE yang melakukan pemantauan internal.
  • Petugas dinas lingkungan hidup dan pengelola sumber daya air.
  • Konsultan lingkungan yang mengumpulkan data rona awal.

Materi apa yang umumnya dipelajari?

  1. Perencanaan pengambilan contoh: tujuan, parameter, jumlah dan lokasi titik, serta jadwal.
  2. Penentuan titik: outlet IPAL, titik penaatan, hulu dan hilir badan air, sumur pantau.
  3. Jenis contoh: sesaat (grab), gabungan waktu, dan gabungan tempat.
  4. Peralatan dan wadah: bahan wadah, pencucian, dan volume sesuai parameter.
  5. Pengukuran lapangan: suhu, pH, daya hantar listrik, oksigen terlarut, dan debit, termasuk kalibrasi alat.
  6. Pengawetan, penyimpanan, dan pengiriman: pendinginan, penambahan pengawet, batas waktu simpan, dan rantai penjagaan contoh (chain of custody).
  7. Pengendalian mutu: blanko lapangan, duplikat, dan pencatatan.
  8. K3 lapangan: bekerja di tepi air, ruang terbatas, dan paparan bahan kimia.

Kesalahan apa yang paling sering terjadi?

  • Mengambil contoh di titik yang tidak mewakili aliran.
  • Tidak membilas atau justru membilas wadah yang sudah berisi pengawet.
  • Mengukur pH dan oksigen terlarut di laboratorium, padahal harus di lapangan.
  • Formulir tidak lengkap sehingga contoh tidak dapat ditelusuri.
  • Mengirim contoh melewati batas waktu simpan.

Mengapa rantai penjagaan contoh penting?

Rantai penjagaan contoh adalah catatan siapa memegang contoh sejak diambil sampai diterima laboratorium. Tanpa catatan ini, hasil uji mudah dipersoalkan ketika dipakai untuk pelaporan atau pembuktian. Formulirnya umumnya memuat kode contoh, lokasi dan waktu pengambilan, nama petugas, jenis pengawet, kondisi saat serah terima, dan tanda tangan penerima.

Bagaimana uji kompetensinya?

Uji umumnya terdiri dari tes tertulis, wawancara, dan praktik pengambilan contoh. Siapkan formulir sampling yang pernah diisi, catatan kalibrasi alat lapangan, dan foto kegiatan. Peserta yang kompeten memperoleh sertifikat BNSP dengan masa berlaku sesuai ketentuan LSP.

Bagaimana meminta kelas in-house?

PCUA sering diambil bersamaan dengan pelatihan POPAL sertifikasi BNSP karena operator IPAL juga mengambil contoh untuk pemantauan harian. Sampaikan jumlah peserta dan jenis air yang dipantau agar praktik lapangan dapat dirancang. Gambaran paket beberapa skema sekaligus ada di artikel paket pelatihan PPPU, POIPPU, PPPA, POPAL, PLB3, OLB3, dan PCUA.

Referensi

  • PP No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
  • Permen LHK No. 23 Tahun 2020 tentang Laboratorium Lingkungan
  • SNI 6989.57:2008, SNI 6989.58:2008, dan SNI 6989.59:2008 tentang metode pengambilan contoh air permukaan, air tanah, dan air limbah
  • SKKNI dan skema sertifikasi LSP berlisensi BNSP bidang pengambilan contoh uji air