Pelatihan lingkungan adalah sebutan umum untuk berbagai program yang membekali karyawan agar perusahaan memenuhi kewajiban pengelolaan lingkungan hidup. Jenisnya banyak, dari sertifikasi kompetensi personel sampai pelatihan penyusunan dokumen. Artikel ini memetakan pilihan yang ada supaya HRD dan HSE dapat menyusun prioritas tanpa membeli pelatihan yang tidak diperlukan.
Apa saja kelompok pelatihan lingkungan?
| Kelompok | Contoh | Hasil |
|---|---|---|
| Kompetensi personel | Limbah B3 (OPLB3, PLB3), air limbah (POPAL, PPPA), udara (POIPPU, PPPU), pengambil contoh uji air | Sertifikat kompetensi BNSP |
| Dokumen dan perizinan | Amdal, UKL-UPL, persetujuan teknis, pelaporan | Kemampuan menyusun dan menilai dokumen |
| Sistem manajemen | ISO 14001, audit lingkungan | Pemahaman dan penerapan sistem |
| Kinerja lebih dari taat | PROPER, penilaian daur hidup, keanekaragaman hayati, pemberdayaan masyarakat | Program dan dokumen pendukung penilaian |
| Kesadaran karyawan | Awareness limbah B3, pemilahan sampah, penanganan bahan kimia | Perubahan perilaku kerja |
Mengapa pelatihan lingkungan dibutuhkan?
UU No. 32 Tahun 2009 dan PP No. 22 Tahun 2021 membebankan kewajiban pengelolaan lingkungan kepada penanggung jawab usaha. Kewajiban itu dilaksanakan oleh orang: operator yang menyimpan limbah, teknisi yang menjalankan IPAL, dan staf yang menyusun laporan. Beberapa jabatan memiliki standar kompetensi tersendiri, misalnya penanggung jawab pengendalian pencemaran air dan udara menurut Permen LHK P.5/2018 dan P.6/2018. Tanpa orang yang kompeten, sistem yang tertulis rapi tidak berjalan.
Bagaimana menentukan prioritas?
- Baca persetujuan lingkungan dan persetujuan teknis. Daftar kewajiban di dalamnya adalah daftar kebutuhan kompetensi.
- Petakan aspek lingkungan utama: limbah B3, air limbah, emisi, sampah, dan bahan kimia.
- Periksa temuan pengawasan dan audit terakhir. Temuan berulang menandakan celah kompetensi.
- Cocokkan dengan jabatan. Operator memerlukan pelatihan operasional, supervisor memerlukan jenjang penanggung jawab.
- Hitung cadangan. Satu orang bersertifikat tidak cukup bila ada beberapa shift atau lokasi.
Contoh susunan rencana tahunan
- Triwulan pertama: pelatihan awareness limbah B3 untuk seluruh karyawan terkait.
- Triwulan kedua: sertifikasi operator dan penanggung jawab limbah B3.
- Triwulan ketiga: sertifikasi air limbah atau udara sesuai kegiatan perusahaan.
- Triwulan keempat: pelatihan pelaporan, audit internal, dan evaluasi.
Susunan ini hanya contoh; urutannya mengikuti risiko dan tenggat perizinan masing-masing perusahaan.
Apa yang perlu diperiksa pada penyelenggara?
- Nama skema dan LSP penguji tertulis jelas untuk program sertifikasi.
- Silabus memuat praktik, bukan hanya presentasi.
- Tidak menjanjikan kelulusan.
- Bersedia menyesuaikan contoh kasus dengan kegiatan perusahaan.
Daftar periksa yang lebih lengkap ada di artikel panduan HRD dan HSE memilih penyelenggara pelatihan limbah B3.
Kapan memilih kelas in-house?
Kelas in-house layak dipilih bila pesertanya cukup banyak, materi perlu memakai data perusahaan, atau beberapa topik hendak digabung dalam satu rangkaian. Kebutuhan tersebut dapat disampaikan melalui in-house training pengelolaan limbah B3. Jadwal dan biaya dikonfirmasi lewat penawaran resmi.
Referensi
- UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
- PP No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Permen LHK No. P.5/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018 dan No. P.6/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018 tentang standar dan sertifikasi kompetensi bidang pengendalian pencemaran air dan udara
- Permen LHK No. 6 Tahun 2021 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pengelolaan Limbah B3

